ETOS KERJA PENDIDIK
Tema Program Sang Guru Edisi 1 Desember 2017

By Dr. Sudarman, S.Pd.,M.Pd 01 Des 2017, 09:19:09 WIB Kurikulum
ETOS KERJA PENDIDIK

“Ketaksadaran selama ini adalah memberlakukan pebelajar yang berbeda dengan cara yang sama. Padahal secara manusiawi dan berkeadilan mereka memerlukan perlakuan yang sesuai dengan keunikannya ,seunik sidik jari. Maka sang pembelajar harus dapat menyadari akan keunikan  itu dan mengemaskannya kedalam pesan (materi) serta disampaikan melalui komunikasi yang berenergi yaitu  berkomunikasi melalui hati”.

Yansen Sinamo (2010) menyatakan setiap pendidik haruslah terus-menerus membangun etos keguruannya agar akhirnya ia bisa menjadi guru atau pendidik yang terbaik.  Berdasarkan uraian yang dipaparkan dalam buku Etos tersebut dapat diambil makna bahwa etos kerja yaitu semua kebiasaan baik yang harus dilakukan di tempat kerja. Ada delapan kebiasaan bekerja cerdas yang dapat menjadi landasan etos kerja positif bagi para pendidik. Kebiasaan dalam etos kerja positif adalah : bekerja ikhlas penuh rasa syukur,  bekerja penuh integitas, bekerja keras penuh semangat, bekerja serius penuh kecintaan, bekerja cerdas penuh kreativitas, bekerja tekun penuh keunggulan, bekerja paripurna penuh kesabaran.

Selain etos kerja tersebut, dikenal pula etos kerja berlandasan spiritual yang dapat dikembangkan lagi oleh guru dan implementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni Etos kerja sebagai mental rohani. Bagaimana kita memandang tugas kita guru dari segi mental rohani, agar didapatkan kepuasan kerja, pahamilah hal berikut ini:

  1. Kerja adalah rahmat, kerja merupakan panggilan, kerja adalah aktualisasi, kerja adalah ibadah, kerja adalah seni, kerja merupakan kehormatan, dan kerja adalah pelayanan.
  2. Rahmat ; jiwa besar, pikiran luas , hati baik, rejeki akbar, sumber berkah, suka cita, ikhlas, bersyukur.
  3. Amanah; adil, benar, jujur, aman terpercaya, bertanggungjawab, pembangun,dan pengembang.
  4. Panggilan; responsif, ekspresif, unik, khas, berintegrasi, tuntas, tumbuh menjadi lebih baik.
  5. Ibadah; penuh cinta, sayang, setia, komitmen, berbakti, mengabdi, berserah.
  6. Seni ; indah, estetik,artistik, imajinatif, kreatif, inovatif,
  7. Kehormatan ; harkat,martabat, mulia, hebat, berkualitas, unggul, excellent.
  8. Pelayan  ; fokus  pada  pelangganan,   sempurna,   paripurna,   ramah, simpatik, memuaskan.

Tanpa etos kerja yang tinggi, seorang pendidik tidak mungkin dapat meningkatkan produktivitas mengajarnya seperti apa yang diharapkan. Upaya menumbuhkan etos kerja yang positif tidak dapat dipaksakan karena dalam menumbuhkan etos kerja diperlukan kolaborasi dan keselarasan relasi antara individu di dalam suatu komunitas pendidikan.

Pendidik, secara spesifik “guru”, didefinisikan sebagai seorang yang dihormati dan tempat meminta nasihat untuk permasalahan-permasalahan tertentu. Guru adalah seorang yang mengajar dengan hatinya, membimbing dengan nuraninya, mendidik dengan segenap keihklasan dan menginspirasi dan menyampaikan kebenaran dengan rasa kasih. Oleh sebab itu, penting bagi seorang pendidik untuk memiliki kepribadian atau etos yang positif.  Secara umum, menurut A. Tabrani Rusyan, kepribadian atau etos penting bagi para profesional, antara lain pendidik,  sebagai : 1) pendorong timbulnya perbuatan, 2) penggairah dalam aktivitas, dan 3) penggerak yang menentukan cepat atau lambatnya suatu perbuatan.

Orang yang bekerja di lingkungan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, seharusnya tidak hanya melihat pekerjaannya sebagai tempat mencari nafkah. la harus melihatnya sebagai tugas yang mengemban esensi pendidikan. Esensi pendidikan dalam hal ini bagaimana mencerdaskan SDM, masyarakat dan bangsa, sehingga mampu beradaptasi sekaligus melakukan pembaharuan dalam kehidupannya.

 

Guru yang berkualitas akan terbentuk jika memiliki kepribadian dan etos kerja yang tinggi. Menurut Jansen Sinamo ada delapan etos kerja unggulan yang perlu dipahami, yang dapat dikembangkan oleh guru dalam bertugas. Etos kerja tersebut sebagai berikut:

  1. Kerja itu suci, kerja adalah panggilan ku, aku sanggup bekerja benar.
  2. Kerja itu sehat, kerja adalah aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras.
  3. Kerja itu rahmat, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus.
  4. Kerja itu amanah, kerja itu tanggungjawabku, aku sanggup bekerja tuntas.
  5. Kerja itu seni / permainan, kerja adalah kesukaanku, aku sanggup kerja kreatif
  6. Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdianku, aku sanggup bekerja serius,
  7. Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.
  8. Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul

Etos inilah yang dijadikan modal dasar bagi seorang guru, untuk menggunakan hatinya dalam berkomunikasi dengan siswa, semua bisa dijalankan dengan ikhlas kendatipun menghadapi sekaligus membelajarkan para anak didik kita yang beragam kemampuannya.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Zen

    Assalamualaikum Pak. Kalau boleh tau, referensinya DESCA ini apa ya Pak? Terima ...

    View Article
  • Nur Hidayah

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama: Nur Hidayah NIM: 1605065052 Kelas: B Program ...

    View Article
  • maisin ajan

    Nama : Maisin Ajan Nim : 1605065065 Program Studi : Pendidikan Ekonomi Tema : Pandangan Teori ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video