Memaknai Kurikulum sebagai Jalan menuju Visi Pendidikan
Materi Sang Guru Edisi 22 Oktober 2017

By Dr. Sudarman, S.Pd.,M.Pd 22 Okt 2017, 21:12:13 WIB Kurikulum
Memaknai Kurikulum sebagai Jalan menuju Visi Pendidikan

Pengalaman memberikan materi pengembangan kurikulum pada berbagai pelatihan, baik jenjang pendidian dasar dan menengah hingga perguruan tinggi, membawa sebuah makna tersendiri untuk menangkap sentuhan makna yang dirasakan oleh peserta pelatihan.

Kurikulum di Indonesia masih memberikan kesan, sebuah kurikulum yang dirancang top down, digagas oleh orang-orang hebat yang pemikirannya baru dilandaskan pada pengalaman penggagas dari mengamati, melihat dari negara atau sekolah yang sudah unggul.

Kondisi tersebut tentu membawa konsekuensi produk pemikirannya cenderung melangit tak berpijak pada bumi. Makna kurikulumnya jauh dari sebuah peribahasa yang ditulis dari pemikiran arif pendahulu kita “dimana bumi di pijak langit dijunjung”. Berdasarkan kondisi tersebut perlu nampaknya kita sebagai ilmuwan untuk menggagas sebuah kurikulum yang tetap berpijak pada dimana satuan pendidikan itu berada, siapa pengguna dan penyedia, bagaimana prasarana penunjangnya, sehingga akan memberikan arah yang tepat akan kemandirian sebuah satuan pendidikan menggapai tujuan dan visinya.

Berkenan dengan hal tersebut perlu kiranya saya mengajak kita semua memahami tentang definisi kurikulum dan pentingnya kurikulum bagi sekolah, negara dan masyarakat pada umumnya.

Sebelum saya menjelaskan tentang definisi kurikulum, pertama perlu saya sampaikan pentingya kurikulum. Kurikulum dianggap sebagai jantung dari sebuah institusi pembelajaran, hal ini berarti sekolah atau universitas tidak akan bisa secara tepat mencapai visinya tanpa adanya kurikulum. Kurikulum tentu harus bertindak dinamis mengikuti arah perubahan yang terjadi di masyarakat, oleh karena itu kurikulum perlu mengacu pada pengalaman belajar individu di sekolah maupun di masyarakat (Bilbao et al.2008).

Kurikulum perlu dikembangkan sebagai bagian dari proses yang direncanakan, terarah, progresif dan sistematis untuk menciptakan perbaikan positif dalam sistem pendidikan kita. Setiap kali terdapat perubahan atau perkembangan yang terjadi di dunia dimana kita berpijak, kurikulum disekolah atau perguruan tinggi akan terpengaruh. Ada kebutuhan untuk memperbaruhi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gambaran nyatanya kita bisa kilas balik mengingat sebuah sejarah peradapan masyarakat kita, nenek moyang kita dulu hanya mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang pengetahuan dan keterampilan agar bisa bertahan hidup dengan menangkap ikan atau berburu hewan sembari berladang untuk memenuhi kebutuhan makannya, tentu mereka tidak memiliki pendidikan formal selama masa itu, namun anak-anak mereka belajar dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk bertahan hidup. Jadi simpulan saya pada masa itu mereka sudah memiliki sebuah kurikulum, yang bisa kita sebut sebagai kurikulum the saber-tooth curriculum.

Kurikulum jenis ini mengacu pada kurikulum pada zaman kuno dimana tujuan pengajaranya adalah untuk bertahan hidup. Namun ketika dampak penemuannya menjadi sesuatu yang terelakkan, cara hidup orang-orang pada masa itu menjadi lebih baik. Akibatnya pendidikan menjadi formal dan pengembagan kurikulum berkembang secara sistematis, terencana dan terarah dan progresif hingga kini.

Pentingya pengembangan kurikulum memiliki cakupan yang luas, karena tidak hanya berpikir tentang sekolah/perguruan tinggi, siswa/mahasiswa dan guru/dosen, ini juga tentang komunitas masyrakat pada umumnya. Kurikulum memainkan peranan penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap peserta didik tentang ekonomi, budaya, politi dan isu-isu tentang kemiskinan, perubahan iklim.

Kondisi tersebut perlu terciptanya rantai proses perkembangan kurikulum diantaranya kurikulum disekolah, khususnya di perguruan tinggi harus dikembangkan untuk melestarikan identitas nasional negara indonesia dan untuk memastikan pertumbuhan dan kesetabilan ekonomi, keamanan dan komponen unggul lainya.

Saya percaya bahwa ekonomi, sosial, budaya, politik dan peradaban sebuah bangsa dapat memperbaiki cara hidup masyarakat melalui pengembangan kurikulum, untuk mengembangkanya ahli kurikulum senantiasa harus melibatkan berbagai stake holder untuk mencapai visi bersama.

Peran berbagai pemangku kepentingan pada tingkat pusat hingga tataran aras paling bawah dalam susunan pengambil kebijakan perlu terlibat dalam merancang kurikulum yang benar-benar membumi dan meng-gobal, sehingga mampu menyiapkan generasi tanggung menghadapi peradabannya.

Referensi: Bilbao, P. P., Lucido, P. I., Iringan, T. C., and R. B. Javier (2008). Curriculum development. Philippines: Lorimar Publishing, Inc.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 5 Komentar untuk Berita Ini

  1. dwi eprilia 28 Des 2017, 13:23:42 WIB

    Nama : Dwi Eprilia
    NIM : 1605065042
    Kelas : B
    Program studi : Pendidikan Ekonomi
    Tema : Memaknai kurikulum sebagai jalan menuju visi pendidikan

    Pengalaman memberikan materi pengembangan kurikulum pada berbagai pelatihan, baik jenjang pendidian dasar dan menengah hingga perguruan tinggi, membawa sebuah makna tersendiri untuk menangkap sentuhan makna yang dirasakan oleh peserta pelatihan. Kurikulum di Indonesia masih memberikan kesan, sebuah kurikulum yang dirancang top down, digagas oleh orang-orang hebat yang pemikirannya baru dilandaskan pada pengalaman penggagas dari mengamati, melihat dari negara atau sekolah yang sudah unggul. ita bisa kilas balik mengingat sebuah sejarah peradapan masyarakat kita, nenek moyang kita dulu hanya mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang pengetahuan dan keterampilan agar bisa bertahan hidup dengan menangkap ikan atau berburu hewan sembari berladang untuk memenuhi kebutuhan makannya, tentu mereka tidak memiliki pendidikan formal selama masa itu, namun anak-anak mereka belajar dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk bertahan hidup.Saya percaya bahwa ekonomi, sosial, budaya, politik dan peradaban sebuah bangsa dapat memperbaiki cara hidup masyarakat melalui pengembangan kurikulum, untuk mengembangkanya ahli kurikulum senantiasa harus melibatkan berbagai stake holder untuk mencapai visi bersama.
    Peran berbagai pemangku kepentingan pada tingkat pusat hingga tataran aras paling bawah dalam susunan pengambil kebijakan perlu terlibat dalam merancang kurikulum yang benar-benar membumi dan meng-gobal, sehingga mampu menyiapkan generasi tanggung menghadapi peradabannya.
    Referensi: Bilbao, P. P., Lucido, P. I., Iringan, T. C., and R. B. Javier (2008). Curriculum development. Philippines: Lorimar Publishing, Inc.

    Nur Hidayah 01 Jan 2018, 10:04:18 WIB

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Nama: Nur Hidayah
    NIM: 1605065052
    Kelas: B
    Program Studi: Pendidikan Ekonomi
    Tema: Memaknai Kurikulum sebagai Jalan menuju Visi Pendidikan

    Kurikulum di Indonesia masih memberikan kesan, sebuah kurikulum yang dirancang top down, digagas oleh orang-orang hebat yang pemikirannya baru dilandaskan pada pengalaman penggagas dari mengamati, melihat dari negara atau sekolah yang sudah unggul.

    Berdasarkan kondisi tersebut perlu nampaknya sebagai ilmuwan untuk menggagas sebuah kurikulum yang tetap berpijak pada dimana satuan pendidikan itu berada, siapa pengguna dan penyedia, bagaimana prasarana penunjangnya, sehingga akan memberikan arah yang tepat akan kemandirian sebuah satuan pendidikan menggapai tujuan dan visinya.

    Pentingya pengembangan kurikulum memiliki cakupan yang luas, karena tidak hanya berpikir tentang sekolah/perguruan tinggi, siswa/mahasiswa dan guru/dosen, ini juga tentang komunitas masyrakat pada umumnya. Kurikulum memainkan peranan penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap peserta didik tentang ekonomi, budaya, politi dan isu-isu tentang kemiskinan, perubahan iklim.

    Kondisi tersebut perlu terciptanya rantai proses perkembangan kurikulum diantaranya kurikulum disekolah, khususnya di perguruan tinggi harus dikembangkan untuk melestarikan identitas nasional negara indonesia dan untuk memastikan pertumbuhan dan kesetabilan ekonomi, keamanan dan komponen unggul lainnya.


    Perubahan kurikulum di Indonesia telah terjadi kurang lebih 10 kali, dari Kurikulum Rencana Pelajaran 1947, hingga KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 (yang diterapkan di Indonesia saat ini).

    Saya sebagai angkatan pertama "kelinci percobaan" K13 merasa bahwa kurikulum tersebut belum matang untuk diterapkan. Seperti yang saya tahu bahwa kurikulum K13 ini mengharapkan pelajar untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator.

    Disini yang saya dan masyarakat harapkan bahwa seharusnya dipersiapkan dengan lebih matang dan terkoordinasi sebelum K13 ini diterapkan misalnya, masih kurang dalam hal perencanaan, fasilitas, pelatihan tenaga pengajar dll.

View all comments

Write a comment


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Zen

    Assalamualaikum Pak. Kalau boleh tau, referensinya DESCA ini apa ya Pak? Terima ...

    View Article
  • Nur Hidayah

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama: Nur Hidayah NIM: 1605065052 Kelas: B Program ...

    View Article
  • maisin ajan

    Nama : Maisin Ajan Nim : 1605065065 Program Studi : Pendidikan Ekonomi Tema : Pandangan Teori ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video